Minggu, 28 September 2014

2. Konsep Tugas Intermedia 1



 Baju Ilustrasi Cinderella

Kata baju atau pakaian tak asing lagi kita dengar , karena baju merupakan pakaian manusia yang selalu melekat pada tubuh manusia. Pakain itu merupakan kebutuhan pokok manusia diantara kebutuhan pangan, sandang dan papan. Yang sangat tanpak jelas kita lihat, dengan perubahan zaman dari waktu kewaktu juga berpengaruh pada perubahan berbagai macam model pakaian yang berbeda dari pakaian yang satu dengan pakaian lainnya. Juga perbedaan motif dan bentuk baju yang berbeda mulai dari pakaian bayi ,baligh hingga pakaian orang tua. Dari sekian banyak baju/pakaian yang berbeda manusia akan lebih banyak memilih baju dan warna yang disukai dengan selera yang ada pada diri masing-masing orang. Apalagi baju yang modern yang trend pada masa kini untuk kalangan remaja semakin banyak dan menggorogoti dunia.

          Dari sisi itulah saya mempunyai ide untuk membuat baju ilustrasi. Baju ilustrasi yang saya buat merupakan baju yang motif gambarnya berupa gambar ilustrasi yang mengandung sebuah ceita. Baju ini diperuntukkan untuk anak-anak sebelum remaja. Baju ini dibuat bersifat fungsional maupun baju yang hanya sekedar hiasan saja. Baju ilustrasi ini di gambar dengan free hand. Baju ilustrasi yang saya buat bercerita tentang Cinderalla. Anatomi  yang dibuat berbentuk Cinderella kartun (cartoon).


            Di zaman yang modern ini dan yang kita ketahui film dan sinetron yang banyak diminati anak kecil adalah film yang berjenis kartun (cartoon). Seperti ipin dan upin, Doraemon, Cinderella dan lain sebaginya. Saya memilih membuat kartun Cinderella dengan menyesuaikan bentuk baju yang dibuat, baju yang feminim untuk wanita hampir sama atau serup dengan gaun. Seorang wanita akan kelihatan cantik seperti cantik hati dan penampilannya. Apalagi seorang anak kecil yang masih baligh tidak lepas dari pengawasan orang tua, orang tua dengan penuh kasih sayang akan merawat anaknya dengan sebaik mungkin, jika seorang buah hatinya adalah seorang wanita maka orang tua tersebut akan merawatnya dengan secantik mungkin.

Dengan tujuan dibuatnya baju ilustrasi yang bergambar Cinderella ini, supaya dapat menarik selera anak-anak terutama anak wanita.

Bagian depan dan bagian belakang baju ilustrasi Cinderella.



Model anak dibawah usia remaja,



Rabu, 03 September 2014

1. Intermedia

                   
                Di semester  V (lima) Saya mendapatkan mata kuliah intermedia. Intermedia ini merupakan mata kuliah baru yang diajarkan untuk semerter Saya. Kuliah Intermedia ini serupa  dengan mata kuliah Media Baru yang ada pada semester sebelumnya“media”  itu sendiri artinya bahan. Jadi intermedia merupakan suatu keragaman bahan atau penggabungan media seni untuk menghsilkan suatu karya.

                 Menurut (Program Studi Seni Rupa FSRD ITB ) Studio Intermedia pada dasarnya menyelenggarakan program pembimbingan yang menghasilkan sarjana seni dengan kemampuan khusus, sebagai berikut : (/Program Studi Seni Rupa FSRD ITB   ITB » Studio Seni Intermedia.htm)
                1.   Menghayati dan mempraktikkan kerja seni sebagai proses interdisipliner yang tidak lagi                                 mengacu pada konsep-konsep tradisional tentang medium seni rupa, khususnya dalam                                   paradigma fine art (seni lukis, seni grafis, seni patung).
                2.   Menguasai kecakapan medium berbasis teknologi media / digital, sebagai kecenderungan                            mutakhir seni media baru yang muncul sebagai akibat model representasi, pengalaman tekstual                       dan relasi-relasi sosial  yang baru dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
               3.   Menguasai kecakapan medium berbasis waktu (teater, film dan video), sebagai bentuk                                  ekspresi yang menggabungkan berbagai disiplin seni sekaligus.
               4.   Memahami pola kerja yang mengutamakan respon dan interaksi dengan publik, sebagai                                konsekuensi munculnya sistem sosial, budaya, industri, ekonomi, kepemilikan, kontrol dan                            regulasi yang baru dalam  masyarakat di Indonesia.

                 Dalam mengasilkan karya seni pada seni rupa, pengrupa tidak pernah lepas dari tradisi yang ada pada media seni rupa. Semisalnya seni rupa pada seni lukis yang tradisinya dalam hal melukis para pengrupa tidak pernah lepas dari alat dan bahan yang digunakan untuk melukis. Kanvas, kuas dan cat merupakan suatu media bahan dan alat untuk tadisi yang digunakan melukis. Dalam seni rupa pada seni patung yang trdisinya menggunakan kawat untuk membuat rangka dan semen, pasir pelengkap membuat torso patung dan Fotografi yang menghasilkan foto setelah dicetak.
Dengan adanya mata kuliah intermedia ini mahasiswa dapat belajar seni dalam proses interdisipliner. Yang mana mahasiswa seni rupa tidak hanya belajar seni yang ada pada konsep-konsep tradisional seni rupa. Melainkan mahasiswa dibimbing untuk menghasilkan karya dengan berbagai macam media seni yang di kreasikan.
                   Misalnya dalam sebuah karya Seni kriya batik yang biasanya dicetak dalam sebauah kain yang digunakan sebagai bahan fungsiaonal dilukis dan digambar diatas kanvas. Membuat patung dari koran bekas dengan lem kayu. Dalam pembelajaran Fotografi yang menangkap suatu gambar dari kehidupan nyata dan hasil gambar yang didapatkan diolah menjadi sebuah animasi atau mengganti becround dalam sebuah foto oleh  komputer dengan aplikasi yang membantu seperti Flash, Photoshop, corel draw dan lain sebagainya. Dari beberapa contoh tersebut merupakan suatu contoh dari karya seni intermedia.



Senin, 26 Mei 2014

Karakteristik Kondisi Seni


Seni merupakan suatu kreativitas yang dimiliki oleh setiap manusia. Seni juga merupakan proses awal manusia dalam meluapkan perasaan, ide dan gagasan yang dihasilkan dalam bentuk sebuah karya. Seni selalu berhubungan dengan budaya. Budaya berasal dari bahasa Sansekerta (Buddayah), dan bentuk jamaknya adalah Budi dan Daya. Budi: artinya akal, pikiran, nalar. Daya: artinya usaha, upaya, Ikhtiar. Jadi kebudayaan adalah segala akal pikiran dalam berupaya atau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak diperkenalkan pun banyak dari kita sudah mengetahui dan mengenal apa itu kesenian. Baik kesenian dari daerah kita sendiri maupun dari daerah lain. Setiap daerah memiliki suatu kebudayaan seni, semisalnya seni tari yang menggambarkan ciri khas daerah tertentu, begitu pula seni drama atau tether, seni musik, seni sastra yang ada ada setiap daerah dan menggambarkan ciri khas daerah tertentu.

Berbicara mengenai kesenian, seseorang mengungkapkannya melalui berbagai macam seni, contohnya yang diungkapkan melalui seni rupa, seni tari, seni musik, seni pertunjukan, seni sastra, seseorang akan mempunyai keterampilan dan bakat pada seni yang dipertunjukan dan mereka akan menjadi populer dipandang oleh penonton dengan bakat dan seninya dihalayak ramai. Namun dalam penempatan karakteristik (kondisi) seni pada setiap seni yang dipertunjukakan kadang pula oleh pengamat atau penonton salah menilai dan menempatkan karakteristik atau kondisi seni yang pada seni tersebut. Mengapa demikian? Dibawah ini akan dibahas seni dan penempatan karakteristik seninya.

Seni rupa merupakan karya seni yang berwujud dua dimensi dan tiga dimensi. Seni yang berwujud dua dimensi salah satu contohnya seni lukis, dan karya seni yang berwujud tiga dimensi salah satu contohnya seni patung. Seni lukis merupakan sebuah objek tertentu yang di gores diatas kertas, kanvas dan berbagai tempat yang selayaknya memililiki nilai estetis untuk digores serta diwarnai dan menghasilkan suatu hasil karya yang bernilai estetis. Dalam penempatan karakteristik atau kondisi seni. Dari sekian orang yang mempunyai bakat dalam melukis mereka bisa saja melukis apa yang mereka inginkan dengan bentuk serealis mungkin. Namun dalam hal ini kadang pula terdapat peniruan terhadap lukisan milik karya orang lain.  Contohnya lukisan monalisa ciptaan leonardo da vinci.
Ilmukelasberat.blogspot.com

Untuk penempatan karakteristik atau kondisi seni pada lukisan monalisa yang ditiru oleh orang lain, bagi orang-orang yang mengenal lukisan monalisa yang diciptakan onardo da vinci.akan beranggapan bahwa monalisa merupakan karya onardo da vinci. yang ditiru maupun diedit oleh orang lain.
  
 Untuk Penempatan karakteristik seni pada pertunjukan atau film maupun sinetron tidak pada penemapatannya. Yang menjadi pandangan dalam karakter pada film maupun sinetron yang ditonton oleh pengamat adalah pemain dari film atau sinetron tersebut. Contohnya sinetron “Ganteng-ganteng Srigala”  yang populer di kalangan remaja saat ini yang terdiri dari aktor dan aktris yang masih ada diusia remaja yang berparas cantik dan tampan. Sinetron ini telah menjadi tontonan bagi kalangan remaja. Adapun karakter khusus karya seni yang ternampakkan pada sinetron tersebut pada pemain-pemain dari “Ganteng-ganten Srigala” bukan pada pencipta dan pembuat sinetron.


   Di jaman modern ini masyakat sekarang khususnya kalangan remaja yang sering menonton sinetron maupun film yang menjadi acuan utama yaitu pada pemain-pemain yang ditonton dan sering kali menghiraukan siapa pencipta atau Sutradara yang berperan penting dalam pembuatan naskah drama. Produser yang berperan penting dalam jalannya sinerton yang dibuat. Editing yang berperan penting dalam keindahan pada sinetron. Desainer tempat, costum dan make over yang juga berperan penting dalam nilai estetis pada sinertron yang dimainkan.

   Begitu pula penempatan karakteristik seninya pada seni musik dan seni tari yang dimainkan oleh aktris dan aktor yang terkenal, yang menjadi peniaian utama ialah pada pemain yang memainkannya, sedangkan pencipta dan pelatih dari tari maupun musik tersebut menjadi acuan terakhir atau bisa saja dari beberapa masyarakat menghiraukannya. Oleh karena itu jangan pula menempatan karakteristik atau kondisi seni yang dapat dilihat oleh mata. Namun lihatlah juga karakteristik atau kondisi seni yang mengandung arti nilai estetik dari suatu kesenian.

Senin, 21 April 2014

Psikologi Seni Pada Anak


Karya seni merupakan suatu ungkapan atau perasaan seseorang yang dituangan melalu hasil karya. Dengan adanya seni seseorang dapat menuangkan ide, gagasan, imajinasi, sesuai dengan lingkungan disekitarnya. Ada yang beranggapan seni ada sejak manusia itu dilahirkan. Hampir bisa dikatakan bahwa perilaku anak seusia dini merupakan kegiaan yang berkesenian.
Pada masa dini anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Mulai dari pertumbuhan, berbicara ataupun berbahasa , perkembangan mental dan anakpun mudah meniru apa yang terjadi di alam dan melihat kenyataan yang ada. Untuk itu anak perlu didikan yang khusus dan jauhkan anak dari pengaruh sikap dan buruknya suatu perbuatann karena apa yang ia lihat akan mudah ditangkap oleh anak. seorang ibu tidak ingin menjadikan anak mempunyai sikap dan buruk dari dini hingga ia tua. Hal yang paling penting yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru pada masa ini adalah dengan memberi perhatian terhadap karya yang sedang dibuat anak sehingga tercipta kemampuan komunikasi anak dengan orang deswasa secara melalui bahasa visual.
Perilaku yang dibuat oleh anak hampir semuanya adalah sifat yang berkesenian mulai dari kegiatan permainan yang biasanya dilakukan anak. Anak pada usia dini belum bisa berfikir dengan baik, tapi anak seusia tersebut bisa merasakan. Perbuatan yang dilakukan anak akan bercampur dengan persaan. Anak dini akan mudah mencorat coret tembok, hal itu sebaiknya dibiarkan karena apa yang dilalukan anak secara refleks. Proses komunikasi yang terjadi ketika anak menggambar sebenarnya adalah komunikasi intrapersonal yang egois semua kejadian ingin disatukan dalam gambar anak. Komunikasi ini sebagai bahasa rupa (visual), dimana angan dan pkiran diungkapkan lewat bentuk-bentuk. Bisa saja gambar tesebut menjadi suatu bentuk yang tidak kelihatan karena proses yang tidak terkendi

Pengelompokan periodisasi karya seni rupa anak dimaksudkan agar kita mudah mengenali karakteristik perkembangan anak berdasarkan usianya.

1.        Masa Coreng-Moreng (Scribbling Period) usia 2-5 tahun
Pada tahap ini goresan yang dibuat tidak karuan, hanya sekedar corat coret. Hal ini sejalan dengan perkembangan motorik tangan dan jarinya yang masih menggunakan motorik kasar. Mencorat cotet kertas yang tidak beraturan dilakukan anak pada usia 2-3 tahun belum bisa memperhatikan bagus jeleknya coretan, sobek tidaknya kertas, melebihi margin kertas yang penting mencorat coret sesuka dan sepuasnya dengan mengikuti perkembangan gerak motoriknya. Hal ini belum adanya kerjasama antara koordina perkembangan visual dengan perkembangan motoriknya.
Pada tahap goresan usia 3-5 tahun  corengan yang dilakukan anak seusia tersebut sudah bisa membuat sebuah garis seperti horisontal, vertikal sejalan dengan perkembangan bahasanya anak mulai mengontrol goresannya bahkan telah memberinya nama  seperi “lingkaran”,”panjang”,”rumah”,”pohon” Corengan terkendali ditandai dengan kemampuan anak menemukan kendali visualnya terhadap coretan yang dibuatnya. Hal ini tercipta dengan telah adanya kerjasama antara koordiani antara perkembangan visual dengan perkembamngan motorik.

       2. Masa Pra Bagan (Pre Schematic Period) usia 3-5  tahun
Pada tahap ini anak mencoba-coba untuk membuat apa yang ia lihat. Misalnya membuat kepala dengan bentuk lingkarany dan kaki dibuat garis, tangantangannyapun dibuat garis menyamping kiri dan kanan, jari-jarinya dibuat garis sejumlah jarinya, kadang jumlah jarinya lebih ataupunn kurang. Untuk pembuatan gunung yang digambar dengan bentuk segitiga kembardisebelah kanan dan kiri, jalan yang dibuat lurus tanpa menggunakan pespektif. mereka tak mengenal warna yang sesungguhnya, tetapi mereka akan mewarnai sesuai dengan warna yang disukainya. Warna-warna yang disukainya biasanya berwarna yang cerah (warna krayon).

                      3. Masa Bagan (Schematic Period)3-7
Konsep bentuk mulai tampak lebih jelas. Anak cenderung mengulang bentuk. Gambar masih tetap berkesan datar dan berputar atau rebah (tampak pada penggambaran pohon di kiri kanan jalan yang dibuat tegak lurus dengan badan jalan, bagian kiri rebah ke kiri, bagian kanan rebah ke kanan). Pada perkembangan selanjutnya kesadaran ruang muncul dengan dibuatnya garis pijak (base line)


            4. Masa Realisme Awal (Early Realism)usia 7-8 tahun
 Pada masa ini anak sudah mulai meniru dengan  realitan kenyataan dan sudah menggunakan persdpektif. Perhatian kepada objek sudah mulai rinci. Namun demikian, dalam menggambarkan objek, proporsi (perbandingan ukuran) belum dikuasai sepenuhnya. Pemahaman warna sudah mulai disadari. Warna biru langit berbeda dengan biru air. Selain dikenalnya warna dan ruang, penguasaan unsur desain seperti keseimbangan dan irama mulai dikenal pada periode ini. Ada perbedaan kesenangan umum, misalnya: anak laki-laki lebih senang kepada menggambarkan kendaraan, anak perempuan kepada boneka atau bunga.

 5. Masa Naturalisme Semu 9-14 tahun
            Pengamatan kepada objek lebih rinci. Tampak jelas perbedaan anak-anak bertipe haptic dengan tipe visual. Tipe visual memperlihatkan kesadaran rasa ruang, rasa jarak dan lingkungan, dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya. Penguasaan rasa perbandingan (proporsi) serta gerak tubuh objek lebih meningkat. Tipe haptic memperlihatkan tanggapan keruangan dan objek secara subjektif, lebih banyak menggunakan perasaannya. Gambar-gambar gaya kartun banyak digemari. Ada sesuatu yang unik pada masa ini, di mana pada satu sisi anak ekspresi kreatifnya sedang muncul sementara kemampuan intelektualnya berkembang dengan sangat pesatnya. Sebagai akibatnya, rasio anak seakan-akan menjadi penghambat dalam proses berkarya. Apakah gambar ini seperti kucing? Sementara kemampuan menggambar kucing kurang misalnya.Sebagai akibatnya mereka malu kalau memperlihatkan karyanya kepada sesamanya. 

               6. Priode Penentuan usia 15 tahun
Pada periode ini tumbuh kesadaran akan kemampuan diri. Perbedaan tipe individual makin tampak. Anak yang berbakat cenderung akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang, tetapi yang merasa tidak berbakat akan meninggalkan kegiatan seni rupa, apalagi tanpa bimbingan. Dalam hal ini peranan guru banyak menentukan, terutama dalam meyakinkan bahwa keterlibatan manusia dengan seni akan berlangsung terus dalam kehidupan. Seni bukan urusan seniman saja, tetapi urusan semua orang dan siapa pun tak akan terhindar dari sentuhan.

Pendidikan seni salah satu konsep untuk mendidik anak usia dini. Tujuan ini buka menjadikan anak sebagai seniman atau seniwati, tetap untuk mengajak anak lebih kreatif sedini mungkin dalam melakukan sesuatu.  Dengan adanya  psikologi seni terhadap anak,dapat menambah wawasan anak yang semakin luas untuk berkreatif.

Minggu, 20 April 2014

Pakem pada Seni Tradisi

Apa itu PAKEM?, kata pakem tak asing lagi didengar oleh Saya, pernah terdengar kata PAKEM namun saya tidak mengerti apa itu makna dari pakem. Dimana-mana kata PAKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif Kreatifitas Efektif dan Menyenangkan. Berbicara mengenai PAKEM didalam kesenian. Seni merupakan bagian dari suatu kreatifitas yang estetis. Daldjoeni(1977) memberi pengertian tentang kreativitas tidak hanya kemampuan untuk bersikap kritis pada diri sendiri, tetapi juga kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam hal ini hubungan antara dirinya dengan lingkungan, baik dalam hal material maupun psikis.
Seni tradisi merupakan aksi dan tingkah laku kesenian secara alamiah yang ada sejak nenek moyang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam suatu kaum atau bangsa tertentu. Tradisi suatu daerah tertentu akan musnah jika penerus dari daerah tersebut tidak melestarikannya. Seni tradisional adalah segala hal kesenian dari daerah dan masyarakat tertentu yang dijaga dan dilestarikan secara turun temurun kemurnian dan keutuhannya. Karya-karya seni tradisi ini dihasilkan menurut hasil budaya suatu masyarakat dan daerah tertentu. Nilai-nilai dan landasan filosofis yang ada pada seni tradisional umumnya tidak berubah dari masa kemasa, bentuk-bentuk seni rupa tradisional dibuat daniciptakan kembali mengikuti suatu aturan (pakem) yang ketat berdasarkan sisitem keyakinan dan otoris yang hidup dimasyarakat semisalnya wayang golek.

Kreativitas masyarakat pada jaman dulu membuat wayang golek yang terbuat dari kayu yang memiliki tiga dimensi seperti boneka. Wayang golek dibuat  lebih realis dibanding dengan wayang kulit dan wayang lainnya. betuk wayang golek menyerupai bentuk badan manusia dia juga dilengkapi dengan kostum yang terbuat dari kain. Pertunjukan wayang golek selain untuk tontonan biasa, jga masih sering dipentaskan sebagai upacara bersih desa.
Lakon yang diperagakan berasal dari babad Menak yaitu sejarah tanah arab menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut keterangan, cerita ini dikarang oleh Pujangga Ronggowarsito.wayang golek cukup jelas dengan penggolongan simbolisnya. 1. Warna merah untuk watak kemurkaan. 2, warna putih untuk baik dan jujur. 3, warna merah jambu untuk watak setengah-setengah. 4, warna hijau untuk watak yang tulus. 5, warna hitam untuk watak kelanggengan. Kostum wayang juga menunjukkan status dan peranannya. Kostum topeng adalah untuk peran raja, kostum rompi untuk peran canti, dan kostum serban untuk adipati.
Pada mulanya yang dilakonkan pada wayang golek ini adalah cerita panji dan wayangnya disebut wayang golek menak. Wayang golek sebagai suatu kesenian tidak hanya mengandung nilai estetika semata, tetapi meliputi keseluruhan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai itu disosialisasikan oleh para seniman dan seniwati pedalangan yang mengembangkan kode etik pedalangan. Kode etik pedalangan tersebut dinamakan “sapta sila kehormatan seniman seniwati jawa barat”. Rumusan kode etik pedalangan trsebut merupakan hasil musyawarah para seniman seniwati pedalangan pada tanggal 28 Februari 1964.

Tradisi wayang golenk sampai sekarangpun dijadikan sebagai tontonan berdasarkan nilai-nilai PAKEM yang ada pada wayang golek tersebut. Dari bentuk, pakaian dan warna menyesuaikan cerita, cara mempertunjukan, karakter toko dan waktu pada pendalangan tersebut.

Major Art And Minor Art Pada Seni Rupa

Kesenian merupakan suatu proses kreatifitas dan ekspresi seseorang dan mengembangkan nilai estetis. Yang mana dimaksud dengan kreatifitas merupakan kemampuan seseorang yang dituangkan pada sebuah karya dengan membuat karya itu lebih estetis, baik estetis objektif (dilihat dari keindahan benda itu sendiri tanpa ada pengamatan dari seseorang) maupun estetis subjektif(dilihat dari keindahan pada perasaan seseorang yang mmengamati benda itu sendiri). Ekspresi (ungkapan jiwa), ekspresi pada kesenirupaan ini merupakan seseorang perupa yang mengungkapan sesuatu dengan menggunakan perasaan dan pikirannya.
Pada masa ini, para teoritis seni rupa banyak mepertahankan karya seni yang dikelompokkan menjadi Mojor Art dan Minor Art. Major art merupakan (seni utama), seni utama yang dimaksud adalah seni yang diutamakan seni yang lebih penting dibandingkan dengan seni lainnya. Sedangkan minor art merupakan (seni remeh), seni yang dimaksud seni yang diabaikan atau tidak begitu penting.
Yang disebut dengan minor art (seni remeh) seperti contohnya Seni Kriya Kramik. Pada seni kriya kramik ini yang menjadi remehan yaitu para pengrajin dari seni kriya kramik itu sendiri. Para pengrajin tidak pernah mendapatkan perhatian khusus. Mereka dan hasil karyanya hanya menjadi bahasan selintas dalam aneka buku yang kemudian menjadi buku-buku wajib. Para pengrajin-pengrajin pada seni kriya kramik diartikan hanya memberikan sumbangan jasa kepada para katong devisa. Siapa pengrajin dan nama pengrajin tidak diketahui dan tidak perlu tahu, namun yang menjadi fameliar ialah perusahaan dan pemegang perusahaan. Namun terkecuali para pengrajin seni kriya kramik bisa membangun studio kramik itu sendiri maka siapa, jasa dan namanya menjadi fameliar dan tidak menjadi remehan. Maka itu akan berbalik pengrajin dan hasil karya seni akan menjadi seni kriya kramik yang utama.



Pembuatan karya seni kriya oleh para pengrajin yaitu pertama karya seni kriya asli yang dibuat oleh para pengrajin iu sendiri. Kedua, karya seni luar daerah yang ditiru oleh para pengrajin. Ketiga, karya seni dalam daerah yang ditiru oleh pegrajin luar daerah. Keempat, pengrajin luar daerah yang berkarya dan mejual karya dalam daerah(Import). Kelima, para pengrajin dalam daerah yang berkarya dan menjual karya diluar daerah (Eksport).
Berlawanan dengan apa yang dikemukankan tentang Minor Art (Seni Remeh), Major Art merupakan (Seni Utama), sebagai contohnya seni lukis. Pelukis maupun karyanya menjadi diperhatikan oleh masyarakat. Sejelek apaun senimannya namun lukisan yang dipamerkan dapat menarik perhatian masyarakat disekitar, yang utama dan yang dicari ialah senimannya. Siapa pelukis dari lukisan itu?, Dimana tempat tinggalnya?, Dari mana ia belajar?. Pertanyaan itu akan selalu menjadi pertanyaan dari masyarakat sebelum ia mengetahui pemilik lukisan tersebut. Pengamat akan bercita-cita ingin seperti seniman dari karya itu dan ingin belajar sepertinya.

affandi-pileleyan-ibu-1940

Dilihat dari seni lukis, mengapa senimanya yang diutamakan?, saat memamerkan karya lukisan, akan tertulis nama pemilik dari lukisan itu. Biografipun akan diperlihatkan di buku-buku seniman maupun web di internet. Seniman dan karyanya akan sama-sama fameliar dimata masyarakat.  

Selasa, 15 April 2014

Aliran Pendekatan Psikologi Seni

Dalam pembelajaran mata kuliah Psikologi seni dengan bimbingan dosen bapak Drs. Jajang Suryana tema yang dibahas  pada tanggal 19 Maret 2014 tentang Pendekatan Psikologi tentang seni. Adapun ringkasan yang diperoleh dalam pembahasan matakuliah psikologi seni.

           Pada Pendekatan psikologi terhadap dua bentuk pendekatan psikologi seni yaitu psikologi gestaltims (the psychologi of vision, psikologi cerapan) dan psikologi  analitik dari Carl Gustav Jung. Pendekatan psikologi yang dibahas ialah psikologi analitik. Dalam pembicaraan psikologi analitik , khususnya ketika membahas seni modern, kita akan menemukan sebutan exravented(model prilaku yang bersifat objektif). Extraverted adalah bentuk lain untuk menyebut tampilan seni yang dianggap bersifat universal. Universal dalam seni modern sering menunjukkan makna yang kabur yang dianggap memiliki sesuatu yang sifat mendunia yang memiliki nilai yang sama diseluruh dunia . Introverteed (kebalikan dari kondisi ekstraverted . sikap intoved digunakan untuk menyebut tampilan karya seni yang bersifat individual.

         Sifat ekstraved menurut jung ditandai dengan libio yang mengalir keluar berminat kepada Kejadian-kejadian orang dan benda juga memiliki hubungan serta ketergantungan terhadap hal tersebut, orang ekstravet mengadakan hubungan dengan dunia luar melalui intelek, perasaan, atau intuisiny. Mereka mudah terikat oleh fakta tidak dapat melihat sesuatu diluar fakta., menyukai logika dan keteraturan lebih tertarik kepda dunia luar  dan tidak menyukai kesendirian. Sebaliknya sikap introvet ditandai dengan liibio yang mengalir kedalam:terpusat pada faktor-faktor subjektif:menarik diri  dan dikuasai kebutuhan dalam prang introvet tidak berminat pada fakta, melainkan pada ide (gagasan). 

Merujuk ciri-ciri tipe psikologi yang dikemukakan oleh jung. Bertalian dengan perilaku seni modern secara garis bersar terdiri atas 4 kelp.

1,  Realisme, naturalisme dan impresionisme
              Kelompok seniman yang menganut tiga aliran seni ini mengutamakan unsur fikir dalam kegiatannya. Tampilan kelompok ini menunjukkan sikap peniruan terhadap dunia luar alam, tampilan utama karya yang ketiga aliran ini adalah sesuatu yang nyata. Kenyataan inilah yang menuntut unsur pikir karena peniruan bentuk real , natural, maupu impresion adalah peniruan terhadap bentuk-bentuk yang ada di alam. Walaupun kemudian ada penambahan tertentu ikatan bentuk-bentuk yang nyata sebagai unsur utama dalam model dan objek benda yang ditiru tetap ketat . sesuatu yang nyata tanpak jelas dalam bentuk luar objek.
Mandi Pancuran
oleh: seniman Awins
             Lukisan ini yang dibuat oleh Awins menggambarkan sosok seorang wanita yang sedang mandi dengan menggunakan air pancuran. yang berhubungan dengan ekstravet pada lukisan ini telah menggambarkan kejadian orang an benda yang memiliki hubungan. seperti halnya pada lukisan tersebut seorang wanita yang memiliki hubungan dengan air dan guci sebagai tempat air yang mana wanita berkehendak untuk mandi. Semua manusia yang hidup didunia ini juga membutuhkan mandi untuk bisa merawat dirinya. Kejadian tersebut sering terjadi di dunia ini. Ekstravet, mereka yang terikat oleh fakta, mereka menggambar dengan fakta yang ada pada apa yang mereka lihat.

2.      Superrealisme dan futurisme
Peranan sensasi sangat keras kuat dalam konsep kegiatan kelompok ini. Mereka menunjukkan perhatian terhadap nilai-nilai spiritual dan memanggapi dunia luar alam. Dunia luar, bagi kelompok ini masih menjadi perhatian yang utama. Mereka menggunakan sensasi bentuk nyatadengan menambahakan unsur-unsur tampilan yang luar bias, berlebihan bahkan menampakkan kondisi yang ada didunia luar nyata.

3. Faufisme dab ekspresionisme
          Peranan sensasi sanagat kuat dsenimannya alam konsep kegiatan kelompok ini. Karya mereka menampilkan kerinduan terhadap sensasi rasaperseorangan . seniman-seniman ini mengutamakan subjektivitas dirinya dalam mengelola karya,
Maurice De Vlaminck
                Karya lukisan yang dibuat Maurice De Vlaminck tidak menggambarkan objek yang fakta apa adanya, tetapi menggambar dengan semaunya sendiri dan inilah yang disebut dengan intraved.


       4. Cubisme, constructivisme dan functionalisme
Bagi kelompok ini, instuisi menjadi titik pusat konsep berfikir mereka mereka mennjukan keasikan dengan bentuk-bentuk mujarat (abstrak)
Kelompok pertama memiliki latar sikap objektif seniammnya. Bentuk-bentuk akan menjdadi dasar tiruan fotografis maupun impresionisme. Keberadaan objek mengontrol kegiatan jasmani. Seluruh perhatian seniman ditunjukan hanya untuk meneliti kepastian objek. Faktr bawah sadar dan kejiwaan seniman mungkian bisa tersalurkan melalui pengaturan komposisi dan warna.
Para seniman realis dan naturalis lebih menampilkan sifat ekstrafet, karena mereka mengutamakan peniruan dunia luar alam. Agak berbeda dengan kaum presionisme, walaupun mereka tetap mengacu, objek tidak seslalu sesuatu yang tanpak sebagai bentuk dalam kenyataan, sikap objektif mereka dibarengi sikap  subjektif dalam menangkap objek untuk digambarkan kembali. Hal tersebut menunjukkan gambaran dalam dari kenyataan luar.
Kelompok kedua menggunakan imajinasi. Imajinasi yang menguasai perasaan seniman kelompok ini bisa imajinasi figuaraif maupun non figuratif, seniman kelompok ini yang memiliki sifat ekstravet, harus bersetuju dengan kenyataan dalam memanipulasi , materi untuk memenuhi tuntutan imajinasinya. Mereka nayalurkan ciri pribadinya kepada objek , sehinnga objek yang ditampilkan bisa mewakili dirinya. Etapi yang memiliki sifat  introvet  mereka lebih mementingkan  otomatisasi perasaan yang dikuasai alam sadarnya.
Kelompok ketiga dilatari sikap objektif dan subjektif. Senasai yang memotori sikap mereka, pada kelompok yang ekstravet, sangat dibatasi oleh keadaan objek. Tetapi seperti dikemukakan oleh jung reaksi terhadap objek bukan pada kenyataanya, bukan pula pada tampilan dangkal melainkan pada nilai sensasinya. Kualitas rasional dan spriritual dikesampingkan objek sebagai hasil pengalaman   penginderaan, ditampilkan dengan titik berat pada derajat sensasi. Kelompok yang bersifat entrovet lebih dikenal dengan sebutan tipe haptik. Tipe ini tentu saja lebih banyak merupakan sifat bawaan.

Kelompok keempat menmpatkan intuisi sebagai penggerak utama sikap berfikir mereka. Kelompok ini bisa dikatakan cenderung menampilkan sifat introvet, instuisi  seniman tidak langsung berhubungan dalam bentuk eksternal, diluar ekspresi . ada kelompok yang bisa disebut sebagai kelompok dengan sikat ekstrvet b. Hal tersebut tanpak pada jenis tamilan karya arsitekstur fungsional dan dalam sejumlah seni industri.